
Satu klompok berderap maju atas nma kpastianhukum n peruntukan tata kota.
Kelompok laen merapatkan barisan demi membela sejengkal warisan kental berbalut tradisi.
Perbedaan kepentingan berubah menjadi petakakala perisai,gas air mata,pentungan,water cannon,senjata api,golok,celurit n batu terbang diberi keleluasaan untuk lebih berbicara ketimbang hati.
Serta merta meruap isak tangis berbaur sumpah serapah.Korban rebah,darah pun tumpah.Bukan semata dari luka raga,tetapi luka jiwa tatkala jalan damai beralas nurani sering tak lagi dipercaya oleh orang'' kota.....

